ppti.info Education Buku Psikologi Pendidikan Ngalim Purwanto Pdf

BUKU PSIKOLOGI PENDIDIKAN NGALIM PURWANTO PDF

Tuesday, July 9, 2019


Download as PDF Print Psikologi pendidikan / M. Ngalim Purwanto Send to Email Psikologi pendidikan / M. Ngalim Purwanto. ppti.infoess - buku profesi pendidikan pdf bahwa berdasarkan pasal 4 download buku psikologi pendidikan ngalim purwanto pdf, download buku. View BUKU ppti.info from FST ENG at Sampoerna University. 30 Ngalim Purwanto Psikologi Pendidikan Jakarta h digilibuinsbyacid; Sampoerna.


Buku Psikologi Pendidikan Ngalim Purwanto Pdf

Author:FLORENE JUBYNA
Language:English, Spanish, Indonesian
Country:Iraq
Genre:Fiction & Literature
Pages:380
Published (Last):13.02.2015
ISBN:174-1-79820-662-6
ePub File Size:24.79 MB
PDF File Size:16.87 MB
Distribution:Free* [*Regsitration Required]
Downloads:27115
Uploaded by: MARITZA

Download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd . Melalui mata kuliah Psikologi Pendidikan ini diharapkan mahasiswa mampu memiliki Ngalim Purwanto. Psikologi Pendidikan: Perangkat Sistem Modul.S. (). DAFTAR BUKU 1. Download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd. Flag for M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, Remadja Karya, Bandung, , halaman inentertainment psikologi komunikasi jalaluddin rakhmat pdf psikologi komunikasi psikologi komunikasi jalaludin rakhmat ebook download - tugas bedah buku psikologi pendidikan ngalim purwanto rosda rp

Effendi Romly, A. Chang, Richard Y. Chodjim, Achmad Nielsen, Kaj L. Sloyer, Clifford W. Kaufmann, Jerome E. Bremekamp Dalton, LeRoy C. Surjadi, P. Howard Anton Mundit, Arnawi K. Meyen, Edward L. Rodrigues, Luis J.

Louis: The C. Johnson, Keith Forsyth, Donelson R. Tolbert, E. Adams, Valerie Atkinson, Kendall E. Burhanuddin Mtthew B. Manuharawati Soedjadi Sembiring, R.

Aplikasi mekanika statistik Aplikasi statistic dengan SPSS Application of adsorption to wastewater treatment proceedings Applications and investigations in earth science Applications in school mathematics Applied behavior analysis for teachers Applied body composition assessment Applied calculus Applied Calculus Rod Ellis Bonate, Peter L. Kells, Lyman M. Goodman, A. Anthony J.

Pettofrezzo Pietrzyk, Donald J. Sugimin, W. Sharron, Sidney Alberto, Paul A. Heyward, Vivian H. Coughlin, Raymond F. Adams, L. Fitzpatrick, J. Theodore, Chris A. Gerald, Curtis F. Richards, Jack C. Swain Wright, D. Charles McLoughlin, James A. California: W. Dwijo Saputro J. Nash, Frederick C. Brown, James W. Dwiyani, V. Machiko Maeyama Jean Baudrillard Kasdi, Aminuddin 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Babad tanah jawi Baby language mengajarkan bahasa isyarat kepada bayi Bagaimana memimpin sekolah yang efektif Bagaimana mengelola konflik Bagaimana menulis tesis?

James Waspodo Tj.

Subroto Chejne, Anwar G. Darma, Budi Waspodo Tj. Olivo, C.

Get FREE access by uploading your study materials

Thomas Atkin, J. Bagaimana cara guru untuk mengembangkan pembelajaran matematika dengan menilai siswa secara nyata assesment autentik? Bagaimana kualitas yang akan diperoleh siswa untuk memperoleh hasil yang baik dalam pembelajaran matematika? Apa produk yang dihasilkan dalam uji coba terhadap siswa dengan assesment autentik? Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: 1.

Mendorong siswa untuk sibuk dalam pemecahan masalah dan bekerja secara bermakna dalam tugas kehidupan sehari-hari yang kekomplekannya semakin meningkat. Memberikan kesempatan pad asiswa untuk mendapatkan kejalasan yang lebih tentang kewajibannya dan segala sesuatu yang diharapkan untuk mereka kuasai.

Memungkinkan siswa memanfaatkan pengetahuan secara efektif dan berusaha dengan disiplin untuk menemukan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan kehidupan dan masyarakatnya. Meningkatkan kemampuan guru dalam memahami hasil penilaian yang bermakna dan diperlukan untuk peningkatan pengajaran.

Mendorong guru untuk mengubah cara pandangnya tentangt pengetahuan,pengajaran dan kesuksesan akademik.

Memperbaiki kemampuan guru dalam menggunakan berbagai sumber bukti-bukti untuk menilai kinerja siswa. Manfaat Penelitian 1. Untuk siswa : a.

Siswa dapat menunjukkan kemampuan komprehensif. Siswa dapat memperkuat kompetensi dan kemampuan menerapkan dan menghubungan: pembelajaran dengan pengalaman mereka, dunia menereka dengan dunia real yang lebih luas.

Untuk meningkatkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi: analisis, sintesis, identifikasi masalah, menemukan solusi, mengikuti alur hubungan sebab-akibat. Untuk guru: - Penilaian autentik bisa menjadi tolak ukur yang komprehensif mengenai kemampuan siswa dan seberapa efektif metode yang diberikan kepada siswa bisa dijalankan.

Oleh karena itulah, penerapan authentic assessment sebagai alat evaluasi hasil belajar di sekolah-sekolah ataupun level universitas penting untuk diperhatikan agar siswa tidak hanya sekedar menjadi pembelajar saja, namun pada akhirnya pencapaian prestasi diikuti dengan kemampuan mengaplikasikan kemampuan yang dimilikinya ke dalam dunia nyata. Spesifikasi Produk yang Diharapkan.

Asesmen autentik meliputi asesmen kinerja, proyek, produk, esai dan fortofolio yang diterapkan dalam pembelajaran memiliki beberapa fungsi. Asesmen kinerja : Asesmen kinerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. Asesmen ini tepat dilakukan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut siswa menunjukkan kinerjanya. Pemantauan didasarkan pada kinerja yang ditunjukkan dalam menyelesaikan suatu tugas atau permasalahan yang diberikan.

Book_7523.pdf

Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari pengumpulan, pengorganisasian, pengevaluasian, hingga penyajian data. Produk : Produk atau hasil kerja adalah penilaian terhadap kemampuan siswa membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni gambar, lukisan, pahatan , barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Esai : menghendaki siswa untuk mengorganisasikan, merumuskan, dan mengemukakan sendiri jawabannya. Ini berarti siswa tidak memilih jawaban, akan tetapi memberikan jawaban dengan kata-katanya sendiri secara bebas.

Portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada berbagai informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam satu periode tertentu. Informasi perkembangan peserta didik tersebut dapat berupa karya siswa dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh siswanya, hasil tes bukan nilai , piagam penghargaan atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran.

Pengantar Landasan Teori A. Pembelajaran Matematika 1. Belajar Ngalim Purwanto mengatakan bahwa good dan brophy dalam bukunya Education Psycholohy: A Realistic Approach mengemukakan arti belajar dengan kata-kata singkat, yaitu Learning is the development of new assosiations as a result of experience.

Beranjak dari definisi yang dikemukakan selanjutnya menjelaskan bahwa belajar itu suatu proses yang benar-benar bersifat internal a purely internal event. Belajar merupakan suatu proses yang tidak dapat dilihat dengan nyata; proses itu terjadi didalam diri seseorang yang sedang mengalami belajar.

Jadi belajar disini bukan tingkah laku yang tampak, tetapi terutama adalah prosesnya yang terjadi secara internal didalam diri individu dalam usahanya memperoleh hubungtan-hubungan baru new assosiations. Menurut Muhibbin Syah , belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan.

Menurut Muhammad Ali : 14 pengetahuan, pemahaman, keterampilan, sikap dan sebagainya yang dimiliki seseorang tidak dapat diidentifikasikan seeorang karena ini merupakan kecenderungan perilaku saja.

Hal ini dapat diidentifikasi bahkan dapat diukur dari penampilan behavioral performence. Penampilan ini dapat berupa kemampuan menjelaskan, menyebutkan sesuatu atau melakukan suatu perbuatan.

Jadi, kita dapat mengidentifikasi hasil belajar melalui penampilan. Namun 9 demikian, individu dapat dikatakan telah menjalani proes belajar, meskipun pada dirinya hanya ada perubahan dalam kecenderungan perilaku. Matematika Matematika menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas.

Soehardjo menyatakan bahwa obyek penelaahan matematika adalah fakta, keterampilan operasi matematika , konsep dan prinsip atau aturan-aturan. Obyek penelaahan ini menggunakan simbol- simbol sebagai sarana untuk melakukan penalaran. Menurut pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa matematika adalah suatu ilmu yang dipelajari dengan ide-ide atau konsep-konsep abstrak yang tersusun dengan benar dan penalarannya deduktif.

Pengembangan Assesmen autentik 1. Data yang diperoleh melalui assesmen dapat digunakan sebagai bahan umpan balik terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. Manfaat data use b. Informasi dari data yang terkumpul c. Metode pengumpulan data d. Pemakai data Sebenarnya banyak kemampuan siswa yang dapat diukur, oleh karena itu hendaknyan assesmen tidak hanya dibuat dan digunakan hanya untuk mengukur kemamuan kognitif saja, namun dapat juga dibuat untuk mengukur kemampuan lain seperti, sikap dan psikomotor, dengan dimikian akan diperoleh informasi lengkap tentang hasil belajar siswa.

Menurut Irwan , Asesmen merupakan sebuah proses pengumpulan informasi yang terus menerus berlangsung untuk mengukur performansi murid dan proses pembelajaran. Asesmen perkembangan dan belajar anak memiliki nilai penting. Tidak hanya mengukur kemajuan anak-anak sebagai bentuk evaluasi program, asesmen juga berguna untuk mengidentifikasi kebutuhan- kebutuhan pengembangan staf dan perencanaan pembelajaran di masa yang akan datang Asesmen yang tepat berguna untuk membantu anak-anak berkembang secara optimal, baik fisik, sosial, emosional, intelektual maupun spiritual.

Asesmen yang tepat juga dapat digunakan untuk mendeteksi keterlambatan-keterlambatan perkembangan atau kebutuhan-kebutuhan khusus yang mungkin dimiliki anak-anak. Selain itu informasi yang akurat dari sebuah asesmen bermanfaat untuk peningkatan pembelajaran sehingga proses belajar anak-anak membaik dan sebagai informasi bagi para orangtua tentang kemajuan dan hal-hal terkait dengan belajar anak- anak mereka.

Asesmen yang tepat merupakan bagian penting dari program evaluasi dan perbaikan terus menerus kualitas program pendidikan 11 yang sudah dirancang. Dalam program pendidikan yang berkualitas, pihak-pihak terkait dengan pendidikan anak menggunakan informasi dari berbagai macam sumber untuk merencanakan dan membuat keputusan-keputusan tentang anak- anak secara individual.

Prosedur-prosedur dan instrumen-instrumen alat asesmen— seperti test, observasi, portofolio, penilaian guru, penilaian orangtua, dan lain sebagainya—dikatakan efektif ketika mereka memenuhi standar validitas tepat dan akurat , reliabilitas keajegan , dan kepekaan terhadap isu-isu kultural. Instrument asesmen yang tepat memungkinkan jawaban-jawaban yang khas dari anak-anak menurut kelompok usia, jenis kelamin, latar belakang budaya, dan kondisi geografis.

Anak-anak harus diukur secara individual oleh orang-orang yang mengetahui mereka dengan objektif dalam setting dan situasi-situasi yang mencerminkan penampilan mereka yang sesungguhnya. Semakin muda usia anak, maka akan semakin sulit untuk mendapatkan asesmen yang valid. Perkembangan anak-anak usia dini berlangsung sangat cepat dan sangat dipengaruhi oleh pengalaman. Performansi mereka dalam tes dipengaruhi oleh kondisi-kondisi emosional anak dan kondisi-kondisi saat asesmen dilakukan.

Satu hal yang pasti dalam melakukan asesmen adalah jangan pernah menggunakan satu instrumen asesmen untuk membuat keputusan-keputusan yang memiliki konsekuensi penting bagi anak-anak. Setiap asesmen seharusnya dipilih untuk memenuhi tujuan-tujuan yang spesifik.

Asesmen seharusnya diselaraskan dengan kurikulum dan proses pembelajaran di kelas. Berikut ini beberapa macam pengertian asesmen autentik dari berbagai sumber: 1. Asesmen autentik adalah suatu cara pengukuran penguasaan peserta didik terhadap suatu mata pelajaran dengan cara yang lain dibanding regugitasi sederhana dari pengetahuan. Asesmen autentik harus mengukur proses pemahaman dan bukan sederhana potongan-potongan informasi yang dihafal. Dalam hal ini asesmen autentik menutut peserta didik untuk menjadi orang yang efektif yang memiliki pengetahuan yang dibutuhkan.

Asesmen autentik adalah soal tes atau latihan yang sangat mendekati hasil pendidikan sains yang diinginkan. Latihan informasi dan penalaran ilmiah pada situasi semacam yang akan dihadapi di luar kelas.

Suatu asesmen yang melibatkan siswa di dalam tugas-tugas otentik yang bermanfaat, penting, dan bermakna Hart, Asesmen itu terlihat sebagai aktivitas pembelajaran yang melibatkan keterampilan berpikir tinggi serta koordinasi tentang pengetahuan yang luas. Asesmen autentik menantang peserta didik untuk menerapkan informasi maupun keterampilan akademik baru pada suatu situasi riil untuk suatu maksud yang jelas.

Asesmen autentik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya sembari memperlihatkan apa yang telah dipelajarinya Johnson, Asesmen autentik mengamanatkan keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang sesungguhnya. Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu.

Penilaian ini merupakan alat bagi sekolah yang maju, yang tahu dengan jelas apa yang diharapkan dari siswa dan tahu dengan jelas bagaimana mereka mewujudkan kualitas tersebut Sizer, Johnson, Bila performance assessment meminta anak didik untuk mendemonstrasikan perilaku atau kemampuan tertentu dalam situasi testing. Authentic assessment membawa demonstrasi ini selangkah lebih maju dan menekankan pentingnya penerapan keterampilan atau kemampuan yang dimaksud dalam konteks situasi kehidupan nyata.

Penilaian autentik berfokus pada tujuan, melibatkan pembelajaran secara langsung, mengharuskan membangun keterkaitan dan kerjasama, dan menanamkan tingkat berpikir yang lebih tinggi. Pengujian standar ujian nasional, ulangan umum, dan lain-lain.

Ciri-ciri Penilaian Autentik - Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa. Manfaat penilaian autentik Penggunaan penilaian autentik sebagai evaluasi hasil pembelajaran siswa di sekolah merupakan suatu solusi yang bisa ditawarkan untuk melihat sejauh mana pembelajaran yang dilakukan berjalan dengan efektif. Di kedua sisi ini adalah sesuatu yang menguntungkan baik bagi siswa itu sendiri maupun pihak guru atau sekolah.

Sedangkan bagi guru, penilaian autentik bisa menjadi tolak ukur yang komprehensif mengenai kemampuan siswa dan seberapa efektif metode yang diberikan kepada siswa bisa dijalankan.

Tujuan penilaian autentik 1. Penilaian autentik bertujuan mengevaluasi kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata. Dengan kata lain, siswa belajar bagaimana mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam tugas-tugas yang autentik 2. Prinsip Penilaian Autentik a. Penilaiaan harus meneerminkan masalah dunia nyata b. Penilaian harus menggunakan berbagai ukuran, metode, dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar c. Penilaian harus bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran kognitif, afektif, dan psikomotorik Bentuk dan Strategi Penilaian Autentik Bentuk-bentuk penerapan asesmen autentik yaitu sebagai berikut: 1.

Pada umumnya pendidik mengenal 4 macam asesmen autentik, yaitu portofolio, perbuatan atau kinerja, proyek, dan respon tertulis secara luas Johnson, Asesmen autentik dapat mencakup aktivitas yang beragam seperti wawancara lisan, tugas problem solving kelompok, pembuatan portofolio Hart, Dalam cara lain dinyatakan pula bahwa cara-cara asesmen dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu observasi, contoh-contoh perbuatan, serta tes dan prosedur serupa tes atau pengukuran prestasi peserta didik pada suatu waktu maupun tempat tertentu.

Peserta didik untuk mengilustrasikan informasi akademik yang telah dipelajarinya, misalnya dalam bidang sains, pendidikan, kesehatan, matematika, dan bahasa inggris, dengan merancang sebuah presentasi tentang emosi orang Johnson, Asesmen autentik memberikan kesatuan utuh tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang dijumpai dalam aktivitas pembelajaran yang paling baik, seperti melakukan penelitian, menulis, merevisi, dan mendiskusikan masalah. Asesmen autentik juga mengikuti apakah peserta didik dapat terampil memberikan jawaban perbuatan atau produk yang seksama dan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Asesmen autentik menjadi valid dan reliabel dengan cara menekankan dan membakukan kriteria produk yang sesuai Grant, Sama halnya observasi sistematik, ia memberikan stimulus dan bertanya kepada siswa untuk memberikan tanggapan.

Tanggapan ini dapat berupa suatu tulisan singkat atau jawaban lisan, suatu pemecahan matematik, suatu gambar , suatu diagram, grafik. Koleksi tersebut memberikan gambaran perkembangan siswa setiap saat. Penilaian portofolio merupakan salah satu bentuk asesmen autentik. Hal ini karena tugas-tugas yang diberikan guru menantang siswa agar dapat mengem- bangkan kemampuan pada situasi yang bermakna. Adanya penilaian portofolio memungkinkan siswa menunjukkan kemampuan belajar sekaligus meningkatkan pengetahuan siswa.

Siswa untuk mengevaluasi partisipasi, proses dan produk mereka. Pertanyaan evaluatif merupakan alat dasar dalam kajian pribadi. Dengan kata lain jurnal membantu siswa dalam mengorgani-sasikan cara berpikirnya dan menuangkannya secara eksplisit dalam bentuk gambar, tulisan dan bentuk lainnya. Penyekoran Asesmen Autentik Menurut Hart , penyekoran asesmen autentik yaitu sebagai berikut: 1. Menekankan penyekoran berdasarkan suatu standar yang digunakan bersama. Mengungkap dan mengidentifikasi kekuatan siswa, bukan menunjukkan kelemahan mereka.

Diskor berdasarkan standar kinerja yang jelas, bukan dengan acuan norma. Mengakses proses dan komptensi secara rutin.

Menggalakkan siswa untuk melakukan kebiasaan menilai diri sendiri. Alat yang dipakai untuk membantu guru melakukan penyekoran adalah rubrik penyekoran. Rubrik penyekoran adalah suatu set kriteria yang digunakan untuk menyekor atau menempatkan posisi siswa pada tes, portofolio, atau kinerja.

Brown, James W. Dwiyani, V. Machiko Maeyama Jean Baudrillard Kasdi, Aminuddin 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Babad tanah jawi Baby language mengajarkan bahasa isyarat kepada bayi Bagaimana memimpin sekolah yang efektif Bagaimana mengelola konflik Bagaimana menulis tesis? James Waspodo Tj. Subroto Chejne, Anwar G.

Darma, Budi Waspodo Tj. Olivo, C. Thomas Atkin, J. Resnick, Robert Lee, Frank A. Ralph W. Parkay, Forrest W.

Kerlinger, Fred N. Nasution Steve Sugar A. Limbong Naga, Dali S. Levine, Deena R. Muhamad Wirahadi Campbell, Neil A. Campbell, Neil A. Kormondy, Edward J. Kimball, John W. Pabundu Tika Welsch, Glenn A. Tim Senge, Peter M. Surakhmad, Winarno Rumadi, A. Sudjiman, Panuti Harianto Ralph H. Ford Rosenberg, R. Stein, Sherman K.

Thomas, George B. Freeman; Virginia: NCTM; Ontario: Prentice Hall Canada; Ontario: Prentice-Hall; 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Calculus volume I one-variable calculus, with an introduction to linear algebra Calculus with analytic geometry Calculus with analytics geometry a first course Campus "fresh chicken" menelanjangi praktik pelacuran kaum terpelajar Candide and other stories Cara belajar di perguruan tinggi beberapa petunjuk praktis Cara belajar mengajar di universitas negara maju Cara belajar yang efisien jilid 1 sebuah buku pegangan untuk mhs.

Ellis, Robert Protter, Murray H. Levy, George C. Blake, Barry J. John Gerring Mueller, Frederick O. Semiawan, Conny R. Companion, Audrey L. Broecker, Wallace S. Wolman, Yecheskel Slowinski, Emil J. Hougen, Olaf A. Chen, Philip S. Paul, A. Faust, Samuel D. Hurlock, Elizabeth B.

Butts, David P. Tasai, S. Dessart, Donald J.Tim Senge, Peter M. Agastia, IBG. Surjadi, P.

Psikologi Pendidikan.rtf

Penilaiaan harus meneerminkan masalah dunia nyata b. Anthony J. Belajar Ngalim Purwanto mengatakan bahwa good dan brophy dalam bukunya Education Psycholohy: A Realistic Approach mengemukakan arti belajar dengan kata-kata singkat, yaitu Learning is the development of new assosiations as a result of experience.

Manuharawati Soedjadi Sembiring, R. How compulsion is done environmental influences. Bishop, A. Assessment Pembelajaran.

TANISHA from Kentucky
See my other articles. I absolutely love cockfighting. I do fancy sharing PDF docs upward.